Tanggal 9 kemarin aku akhirnya kembali ke kota tempatku kuliah. Malam itu juga aku langsung main bareng sama temen- temen yang udah gak ketemu sekitar 3 minggu. Rasanya bahagia banget, ketawa lepas karena bercandaan mereka yang gak karuan. Kalo orang bilang saru, ya emang saru. Kalo orang bilang kasar, ya emang kasar. Tapi kami bisa kok bedain yang saru beneran yang mana, sama saru yang bercanda, sama halnya dengan kasar. Toh kami bahagia dengan segala bercandaan itu. Mulai dari malam itu sampai saat aku menulis cerita ini aku berkumpul dengan mereka- mereka itu setiap harinya. Rasanya seneng, lupa sama yang namanya capek. Lupa sama IP juga lol
Tapi yang namanya bahagia emang gak pernah sempurna loh. Takut itu selalu ada tepat di belakang bahagia itu. Rasanya gak enak banget. Ketika berkumpul sama temen- temen dan bercerita tentang orang lain (baca : ngomongin orang), banyak yang bilang gak menutup kemungkinan aku yang akan jadi bahan pembicaraan di tempat lain ketika ada yang tidak suka denganku dan aku tidak ada disitu. Ketakutan ini membuatku lebih banyak diam, dan mengikuti alurnya saja. Ketakutan ini membuatku sulit untuk bercerita karena takut salah. Aku adalah tipe orang yang sangat memilah apa yang bisa aku ceritakan dan yang tidak bisa, aku akan memikirkan segala resiko ketika aku mengeluarkan kata- kata dari mulutku. Ketika aku sudah berani mengeluarkan kata- kata berarti aku sudah benar- benar siap untuk menghadapi resikonya. Semua ini membuatku jadi takut. Hanya sebatas ketakutan aja sih, dan semoga sampai kapanpun itu hanya menjadi sebuah ketakutanku saja. Diluar rasa takutku, kapanpun aku siap kok dihadapkan dengan ketakutanku itu, karena sebenar- benarnya kamu, sesuci- sucinya kamu, se perfect nya kamu, people will judge you anyway :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.